Printer Multifungsi
Ditulis oleh keyq di/pada 18 Maret 2008
PIXMA MX700 Printer Multifungsi
Multifungsi, makin diminati. Indikasinya, makin banyak vendor mengeluarkan produk ini. Pekan lalu, tiga vendor FujiXerox, Samsung dan Canon merilis multifungsi terbaru mereka, untuk sasaran yang relatif sama, yakni pasar korporat. Selain korporat, Samsung dan Canon juga membidik segmen end user.
Canon dengan Pixma MX700 masih mengedepankan peranti yang mungil. “Printer memang semakin lama semakin portabel. Ruang kerja yang semakin kecil dan kebutuhan yang terus meningkat akan kemampuan sebuah printer membuat printer multifungsi semakin diterima oleh masyarakat,” ungkap Senior Marketing Manager Canon Division PT Datascrip, Monica Aryasetiawan.
Pada pencetak 4 in 1 (four in one) dibenamkan teknologi terbaru yang memungkinkan adanya kemampuan untuk Frame Erase, 4 on 1 copy atau mengkopi empat halaman pada selembar kertas, multi crop, multi scan dan juga auto exposure/ auto intensity. MX700 memiliki empat tangki tinta terpisah pada MX700 dengan butiran tinta hingga 2 picoliter (pl). Menggunakan teknologi FINE printhead dengan 1600 nozzle, MX700 mampu mencetak hingga resolusi maksimum 4800 x 1200 dpi. Teknologi Dual Color Gamut Processing membuat hasil kopi generasi kedua tetap identik dengan dokumen originalnya. “Biasanya fotokopi generasi ke dua, hasilnya tidak akan sebagus fotokopi langsung dari aslinya. Namun, dengan Dual Color Gamut Processing, hal tersebut tak perlu lagi dikhawatirkan,” kata Monica. Tak hanya mencetak dokumen, MX700 juga mampu mencetak foto. Bahkan, piranti ini mampu mencetak foto tanpa tepian (borderless) 4×6 hanya dalam waktu 46 detik yang dapat dilihat melalui monitor LCD 1,8 inci.
Mengenai desain yang kini lebih stylish dan futuristik, Monica memiliki opininya sendiri. Menurutnya, printer korporat sebelumnya banyak yang mengadopsi warna putih, namun saat ini trennya sudah berubah. “Tren sekarang adalah hitam dan metalik/ silver, seperti yang kami terapkan pada Pixma. Selain itu, desainnya juga fleksibel tidak kaku. Hal ini bisa terlihat dari garis-garis lengkung yang ada padanya,” papar Monica.
Ramping dan ringan juga diusung Samsung untuk produk four in one kategori medium, CLX-3160. Peranti ini memiliki bobot lebih ringan sekitar 30 persen dari produk kompetitornya. Samsung membenamkan teknologi paten Samsung No-Nois yang tak menimbulkan suara ketika sedang melakukan proses pencetakan. Struktur desain interiornya yang sederhanan serta toner berbentuk botol inovatif menambah keunggulan printer tersebut.
Memiliki resolusi hingga 2400×600 dpi untuk cetak warna atau 600×600 dpi untuk pemindaian, ia mendukung konsep jejaring (network). Sehingga hasil pemindaian bisa dikirim ke imel maupun dikirim ke jejaring.
Kelebihan lain peranti ini adalah fitur USB Direct. Dengan fitur ini, memindai, mencetak atau mengkopi data di dalam USB bisa dilakukan secara langsung, tanpa menggunakan PC.
Printer dengan memori internal 128 MB ini juga mendukung PictBridge. Dengan demikian CLX 3160FN mampu mencetak gambar dari kamera digital dengan koneksi sederhana ke sambungan USB printer.
Untuk kalangan korporat, Fuji Xerox menawarkan Document Centre C250. Sejumlah teknologi terkini dibenamkan ke four in one premium ini. Antara lain Innovative Box Job Flow, yang memungkinkan hasil pindai atau dokumen yang diterima dikerjakan secara otomatis berdasarkan alur kerja atau urutan yang telah dibuat. Fitur Duplex dan N Up yang mempermudah pengguna untuk membuat leaflet dan brosur. Dengan fitur ini, beberapa halaman yang terpisah dapat dicetak menjadi satu bagian.
Untuk keamanan pengguna terdapat Encryption or Overwritting yang memastikan data yang tersimpan dalam hard disk tidak dapat diakses oleh orang yang tidak memiliki otorisasi. Kemudian, Zero Clear yang memastikan tidak ada data yang tertinggal di dalam hard disk ketika pengguna mencetak sebuah file atau dokumen.
AtSecure Print dan Mailbox Print. Dengan menggunakan fitur ini, pengguna dapat menyimpan dokumen untuk sementara, baik dokumen yang dibuat oleh pengguna maupun yang diterima dari orang lain. Dokumen tersebut juga dapat dicetak, namun hanya oleh pengguna yang memiliki otorisasi terhadap data tersebut.
Untuk kecepatan cetak, piranti ini diklaim mampu mencetak hingga 25 ppm untuk hitam putih dan 21 ppm untuk warna dengan kualitas resolusi 1.200 x 1.200 dpi. Peranti ini diklaim mampu mempertahankan konsistensi kualitas cetakan dari lembar pertama hingga ratusan lembar berikutnya.
Multifungsi
Multifungsi, diperkirakan akan menjadi pilihan utama di Indonesia. Lembaga Riset Internasional Growth from Knowledge (GfK) mengungkapkan angka pergeseran dari printer single fungsi ke printer multifungsi sejak tahun 2005-2008 mencapai sebesar 10 persen. Dengan pertumbuhan printer sebanyak 8 persen, di tahun 2008 diperkirakan setengah dari jumlah printer yang terjual di Asia merupakan printer multifungsi.
“Ini sangat berbeda jika dibandingkan pada tahun 2005 dimana sebanyak 40 persen printer yang laku di pasaran merupakan printer single fungsi. Namun, di tahun 2008 pergeseran itu akan semakin terlihat nyata,” ungkap Client Service Manager GfK Indonesia, Andi Siswanto.
Selain karena perbedaan harga yang kian mengecil, printer pun mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Andi mencontohkan pada tahun 2005 perbedaan harga masih mencapai 75 persen dengan harga printer multifungsi mencapai 145 dolar AS dan printer single fungsi 84 dolar AS. Tahun 2008 perbedaan diperkirakan mencapai 55 persen, sehingga harga multifungsi sekitar 124 dolar AS dan single fungsi sekitar 80 dolar AS.
GfK Indonesia mencatat pada kuartal ke tiga tahun 2006, sebanyak 20 persen printer yang terjual merupakan multifungsi. Angka ini meningkat hingga 25 persen di akhir tahun 2007. Sedangkan untuk tahun 2008, diperkirakan penjualan multifungsi mencapai 30 persen.
“Namun masyarkat Indonesia memiliki karakter sensitif harga. Ini yang membuat pertumbuhannya tidak secepat negara berkembang lain. Printer multifungsi yang laku pun yang sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat,” aku Client Service Executive GfK Indonesia, Nina Tan.
Printer multifungsi yang laris di Indonesia, lanjutnya, adalah printer dengan harga berkisar Rp 600 ribu - Rp 900 ribu per unit. Printer ini masuk ke katagori low end. Seperti yang terjadi di jenis single fungsi dimana 90 persennya merupakan printer low end seharga Rp 400 ribu - Rp 500 ribu per unit. Namun, dari tahun ke tahun, selain harganya yang semakin menurun, perbedaan harga antara keduannya pun semakin dekat.
Nina mengungkapkan pada kuartal ketiga 2006, perbedaan harga keduanya mencapai 125 persen. Penurunan yang cukup signifikan terjadi pada kuartal kedua tahun 2007 dengan hanya 97 persen. Di tahun 2008, perbedaan harga antara printer single fungsi dan multifungsi mencapai 80 persen.
“Intinya, masyarakat Indonesia jika membeli printer akan mencari yang fiturnya lebih menguntungkan namun dengan harga yang sama. Fitur-fitur yang dibutuhkan antara lain koneksitas dan foto printer. Ke depannya printer multifungsi akan terus tumbuh, namun pasar printer single fungsi masih akan berkembang karena pasarnya masih ada,” ujar Andi.
(mth/ci1 )
taken from :
http://hardware.sayanginanda.com/printer/printer-multifungsi-31